Panduan Lengkap Bagian Forklift yang Harus Diperiksa untuk Keselamatan Maksimal
Halo Sobat ForkliftNesia!
Bayangkan skenario ini: Jam menunjukkan pukul 08.00 pagi. Gudang sedang sibuk-sibuknya. Seorang operator bergegas naik ke forklift, memutar kunci, dan langsung mengangkat beban 2 ton. Tiba-tiba… SNAP! Selang hidrolik pecah, beban jatuh, dan operasional gudang terhenti total selama 6 jam. Kerugiannya? Jutaan rupiah melayang, belum lagi risiko keselamatan nyawa.
Sebagai seseorang yang sudah berkecimpung di dunia material handling lebih dari satu dekade, saya sering melihat kejadian seperti ini. Padahal, 90% kerusakan fatal bisa dicegah jika kita disiplin melakukan bagian forklift yang harus diperiksa sebelum mesin dinyalakan. Ini bukan sekadar formalitas mencentang kertas, tapi soal nyawa dan efisiensi bisnis Anda.
Di artikel ini, kita tidak hanya akan bicara teori. Saya akan membedah secara mendalam, menggunakan strategi skyscraper yang lebih lengkap dari panduan standar yang mungkin pernah Anda baca sebelumnya. Mari kita mulai bedah anatomi forklift Anda.
Mengapa Pemeriksaan Harian Itu “Harga Mati”?
Sebelum kita masuk ke teknis, kita harus samakan frekuensi dulu. Mengabaikan checklist pemeriksaan harian forklift adalah dosa besar dalam manajemen gudang. OSHA (Occupational Safety and Health Administration) memperkirakan bahwa sekitar 70% kecelakaan forklift bisa dihindari dengan protokol keselamatan yang ketat.
Memeriksa forklift bukan hanya soal mencari apa yang rusak, tapi mencari apa yang akan rusak. Ini adalah seni mendeteksi gejala dini.
Zona 1: Pemeriksaan Visual (Walkaround Inspection)
Langkah pertama adalah pemeriksaan dengan mesin mati. Kelilingi forklift Anda (360 derajat). Jangan sentuh kunci kontak dulu.
1. Kondisi Garpu (Forks) dan Backrest
Ini adalah tangan dari forklift Anda. Banyak operator hanya melihat sekilas, “Oh, garpunya masih ada.” Itu salah besar. Bagian forklift yang harus di periksa pada sektor ini meliputi:
- Keausan Tumit (Heel Wear): Periksa sudut siku garpu. Jika ketebalan tumit berkurang lebih dari 10% dari ketebalan aslinya, kapasitas angkat berkurang 20%. Ganti segera!
- Retakan Rambut: Gunakan senter untuk melihat area las-lasan pada carriage. Retakan kecil bisa menjadi patahan besar saat beban puncak.
- Pengunci Garpu (Latch Pins): Pastikan pin pengunci berfungsi dan garpu tidak bisa bergeser sendiri.
2. Mast dan Rantai (Chains)
Pemeriksaan rantai dan mast forklift sering terlewat karena posisinya yang agak tinggi atau tertutup gemuk (grease).
- Ketegangan Rantai: Tekan rantai dengan tangan (gunakan sarung tangan). Rantai tidak boleh terlalu kendor atau terlalu kencang. Pastikan kedua sisi rantai memiliki ketegangan yang seimbang.
- Lubrikasi: Rantai yang kering adalah musuh. Pastikan terlumasi tapi tidak menetes berlebihan ke lantai.
3. Ban dan Roda (Tires)
Ban forklift tidak memiliki suspensi seperti mobil. Ban andalah suspensinya. Tekanan ban forklift yang aman sangat krusial untuk stabilitas.
- Ban Angin (Pneumatic): Cek tekanan angin. Ban yang kurang angin bisa membuat forklift terbalik saat menikung dengan beban.
- Ban Solid/Cushion: Cari sobekan (chunking). Jika ada potongan karet yang hilang, getaran akan merusak komponen elektronik dan membuat operator cepat lelah (fatigue).
- Baut Roda (Lug Nuts): Pastikan tidak ada yang longgar atau hilang. Indikator karat di sekitar baut biasanya menandakan baut tersebut longgar.
Zona 2: Ruang Mesin & Sumber Tenaga
Buka kap mesin atau penutup baterai. Di sinilah jantung forklift berdetak.
Untuk Forklift Diesel/LPG (Internal Combustion)
Dalam melakukan perawatan rutin forklift diesel, fokuslah pada cairan:
- Oli Mesin & Transmisi: Tarik dipstick. Warna oli hitam pekat dan encer? Waktunya ganti.
- Cara Cek Oli Hidrolik Forklift: Cek level oli hidrolik. Penting: Cek selang-selang hidrolik dari kebocoran, retakan, atau pembengkakan. Selang yang “berkeringat” oli adalah tanda bahaya.
- Filter Udara: Di lingkungan gudang berdebu, filter udara yang mampet akan membunuh tenaga mesin Anda.
- Radiator: Pastikan air radiator cukup dan tidak ada sumbatan pada kisi-kisi pendingin.
Untuk Forklift Elektrik
Perawatan baterai forklift elektrik sedikit berbeda dan butuh kehati-hatian ekstra:
- Level Air Aki: Pastikan elemen sel terendam air aki (demineralized water), tapi jangan diisi penuh sebelum di-charge (risiko meluap).
- Kabel & Konektor: Periksa kabel yang terkelupas atau konektor yang hangus/berkarat. Panas berlebih pada kabel adalah pemicu kebakaran utama.
- Kebersihan Baterai: Kristal putih (sulfasi) di kutub baterai akan menghambat aliran listrik.
Zona 3: Pemeriksaan Operasional (Engine On)
Sekarang, naiklah ke kabin. Pasang sabuk pengaman. Nyalakan mesin.
1. Dashboard dan Indikator
Perhatikan indikator dashboard forklift. Saat kunci diputar ke posisi ON, semua lampu harus menyala sebentar (bulb check). Jika ada lampu peringatan suhu atau tekanan oli yang tetap menyala setelah mesin hidup, matikan segera!
2. Fungsi Rem dan Kemudi Forklift
Lakukan tes sederhana:
- Rem Kaki: Jalankan perlahan dan rem. Forklift harus berhenti mulus tanpa “membanting” ke kiri atau kanan.
- Rem Parkir (Hand Brake): Aktifkan rem tangan, lalu coba gas sedikit. Forklift harus tertahan dan tidak bergerak.
- Steering: Putar kemudi penuh ke kiri dan kanan. Dengarkan suara pompa power steering. Jika ada suara mendengung keras atau setir terasa berat, ada masalah pada sistem hidrolik kemudi.
3. Komponen Sistem Angkat Forklift
Naik dan turunkan garpu (Lift & Lower). Miringkan mast (Tilt). Geser garpu (Side Shift). Semuanya harus bergerak halus tanpa tersendat. Jika mast “melompat-lompat” saat turun, mungkin ada udara di dalam silinder hidrolik atau rantai macet.
Zona 4: Fitur Keselamatan & Lain-lain
Sering dianggap remeh, tapi ini adalah bagian forklift yang harus diperiksa demi kepatuhan hukum:
- Data Plate (Plat Kapasitas): Harus terbaca jelas. Jika tulisannya pudar, operator bisa salah memperhitungkan beban dan menyebabkan forklift terjungkal.
- Klakson & Alarm Mundur: Tes suaranya. Di gudang yang bising, ini adalah alat komunikasi utama.
- Lampu Kerja & Strobe Light: Pastikan semua menyala terang.
- Sabuk Pengaman: Tarik sabuk dengan sentakan cepat. Mekanisme pengunci harus bekerja.
Kesimpulan: Jadikan Kebiasaan, Bukan Beban
Memeriksa bagian forklift yang harus diperiksa mungkin terdengar memakan waktu. Namun, percayalah, waktu 10 menit yang Anda habiskan di pagi hari jauh lebih berharga daripada waktu 2 minggu forklift masuk bengkel karena kerusakan parah.
Ingat, forklift yang sehat menghasilkan operasional yang lancar. Operasional lancar berarti profit maksimal. Jadi, sudahkah Anda mengecek forklift Anda hari ini?
Tetap aman, tetap produktif, dan salam ForkliftNesia!




